Hakekat Pembelajaran Konstruktivistik
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit dan hasilnya diperluas melalui proses berpikirnya. Dalam teori konstruktivisme bahwa dalam proses pembelajaran, si pembelajarlah yang harus mendapatkan penekanan. Merekalah yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka dan mereka harus bertanggungjawab terhadap hasil belajarnya. Untuk itulah proses pembelajaran harus lebih diarahkan pada experimental learning yang merupakan adaptasi kemanusiaan berdasarkan pengalaman konkrit yang kemudian diimplementasikan dan dijadikan ide untuk mengembangkan konsep baru. Maka eksistensi dalam mendidik tidak terfokus pada si pendidik melainkan pada pembelajar.
Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik, yaitu:
Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik, yaitu:
- mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam konteks yang relevan,
- mengutamakan proses
- menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman sosial,
- pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman
Keunggulan penggunaan konstruktivistik dalam pembelajaran
Berikut ini diberikan 6 keunggulan penggunaan konstruktivistik dalam pembelajaran,yaitu:
a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya,serta mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
b. Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan siswa yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka dan memiliki kesempatan untuk merangkai pengetahuannya
c. Memberi kesempatan siswa untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa-siswa berpikir kreatif dan imajinatif
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar
e. Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka
f. Memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan dan saling menyimak
a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya,serta mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
b. Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan siswa yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka dan memiliki kesempatan untuk merangkai pengetahuannya
c. Memberi kesempatan siswa untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa-siswa berpikir kreatif dan imajinatif
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar
e. Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka
f. Memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan dan saling menyimak
Strategi Pengajaran dengan Konstruktivistik
Dalam menciptakan pembelajaran secara konstruktivistik strategi pengajaran guru sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran konstruktivistik:
a. Menghormati ide dan kebebasan berpikir murid dan menghargai otonomi serta inisiatif murid
b. Menggunakan terminologi kognitif seperti klasifikasi, analisis, meramal, dan mencipta dengan leluasa
c. Mendorong murid terlibat dalam dialog dengan guru dan sesama rekan serta membina pengetahuan personal mealui diskusi kelompok
d. Memberikan soal-soal yang penuh dengan proses berpikir dan pertanyaan yang memerlukan jawaban banyak (open ended)
e. Memberi peluang kepada murid berpikir untuk membina hubungan-hubungan antara pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah tersedia
f. Menekankan pembelajaran yang berpusatkan pada siswa (student centered) melalui konsep-konsep pembedahan, penyelidikan serta ramalan dalam bentuk kooperatif learning
g. Pengajaran guru harus dipertimbangkan dengan pengetahuan yang telah tersedia dalam diri anak
a. Menghormati ide dan kebebasan berpikir murid dan menghargai otonomi serta inisiatif murid
b. Menggunakan terminologi kognitif seperti klasifikasi, analisis, meramal, dan mencipta dengan leluasa
c. Mendorong murid terlibat dalam dialog dengan guru dan sesama rekan serta membina pengetahuan personal mealui diskusi kelompok
d. Memberikan soal-soal yang penuh dengan proses berpikir dan pertanyaan yang memerlukan jawaban banyak (open ended)
e. Memberi peluang kepada murid berpikir untuk membina hubungan-hubungan antara pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah tersedia
f. Menekankan pembelajaran yang berpusatkan pada siswa (student centered) melalui konsep-konsep pembedahan, penyelidikan serta ramalan dalam bentuk kooperatif learning
g. Pengajaran guru harus dipertimbangkan dengan pengetahuan yang telah tersedia dalam diri anak







0 komentar:
Posting Komentar