SELAMAT DATANG DI WEB MTs. AL-ISLAHIYAH SUKOBENDU MANTUP LAMONGAN SEMOGA BERMANFAAT


Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Kreatif Mengajar Matematika

Kreatif Mengajar Matematika

Berikut ini ada beberapa aktifitas di kelas untuk menumbuhkan kreativitas dalam pengajaran matematika. Dalam pengajaran, sering-seringlah mengajukan pertanyaan kritis seperti “Apakah Kamu mencoba ini?” “Apa yang akan terjadi jika ada ini ?” “Apakah kamu dapat?” untuk meningkatkan pemahaman anak-anak dari ide-ide dan kosakata matematika. Berikut beberapa aktifitas yang mungkin dapat dipraktekkan di kelas:
1. Gunakan dramatisasi. Ajaklah anak-anak berpura-pura berada di sebuah bola (sphere) atau kotak (prisma), merasakan sisi-sisinya, ujung-ujungnya, dan sudutnya dan menyandiwarakan secara sederhana masalah aritmatika seperti: Tiga katak melompat dalam kolam dsb.
2. Menggunakan anggota tubuh anak-anak. Menyarankan agar anak-anak menunjukkan berapa banyak kaki, mulut, dan sebagainya. Ketika diminta untuk menampilkan “tiga tangan,” mereka akan menanggapi dengan protes keras, dan kemudian menunjukkan berapa banyak tangan yang mereka memiliki( “membuktikan”) ini. Kemudian mengajak anak-anak untuk menampilkan nomor dengan jari, dimulai dengan pertanyaaan sederhana, “Berapa usia Kamu?” Kemudian siswa diminta menunjukkan angka yang diminta guru. Selain itu guru menampilkan angka dalam berbagai cara (misalnya, menunjukkan lima dengan tiga pada jari tangan kiri dan dua di jari tangan kanan).
3. Menggunakan permainan. Melibatkan anak-anak bermain yang memungkinkan mereka untuk melakukan matematika dalam berbagai cara, termasuk pengurutan, menciptakan bentuk simetris dan bangunan, membuat pola, dan sebagainya. Kemudian memperkenalkan permainan jual-beli di toko, menunjukkan anak-anak permainan membeli dan menjual mainan atau benda kecil lainnya, belajar menghitung, aritmatika, dan konsep uang.
4. Menggunakan mainan. Mendorong anak-anak untuk menggunakan “adegan” dan mainan untuk simulasi kejadian nyata, seperti tiga mobil di jalan, atau misalnya, untuk menunjukkan ada dua monyet di atas pohon dan dua di atas tanah.
5. Menggunakan cerita anak-anak. Bercerita tentang sebuah kisah menarik yang didalamnya berisi konsep matematika. Jika perlu diperagakan khususnya untuk memperjelas konsep matematikanya
6. Gunakan kreativitas alami anak. Menggali ide anak tentang matematika harus didiskusikan dengan mereka. Misal seorang anak 6 tahun ditanya begini: “Pikirkan angka terbesar yang kamu tahu, lalu tambah angka itu dengan lima. Bayangkan kamu memiliki coklat sejumlah angka itu”. “Wow, itu 5 angka lebih besar yang kamu tahu”.
7. Menggunakan kemampuan pemecahan masalah. Menanyakan anak-anak untuk menjelaskan bagaimana mereka mengetahui masalah-masalah seperti mendapatkan hanya cukup untuk mereka gunting tabel atau berapa banyak makanan ringan mereka perlu jika tamu yang bergabung dengan grup. Mendorong mereka untuk menggunakan jari-jari mereka sendiri atau apapun yang mungkin berguna untuk memecahkan masalah.
8. Menggunakan berbagai strategi. Bawalah matematika dimanapun di dalam kelas, dari menghitung jumlah anak-anak di pagi hari, menghitung meja kursi, meminta anak-anak untuk membersihkan barang yang ada nomor tertentu, atau membersihkan barang yang berbentuk geometris tertentu dsb.
9. Menggunakan teknologi. Cobalah gunakan kamera digital untuk memotret hasil kerja anak, permainan dan aktifitas yang dilakukan, dan kemudian menggunakan foto untuk diskusi dengan anak-anak, perencanaan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Gunakan juga teknologi lain, seperti komputer secara bijak.
10. Gunakan assessment untuk mengukur penilaian anak-anak belajar matematika. Menggunakan observasi, diskusi dengan anak-anak, dan kelompok-kecil untuk kegiatan belajar anak-anak tentang matematika dan berpikir untuk membuat keputusan tentang apa yang mungkin setiap anak dapat belajar dari pengalaman. Juga mencoba menggunakan komputer untuk penilaian menggunakan program secara otomatis.
Sumber: http://www2.scholastic.com/
Read More >>

Kamis, 08 September 2011

Teori Pembelajaran Konstruktivistik


Hakekat Pembelajaran Konstruktivistik
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit dan hasilnya diperluas melalui proses berpikirnya. Dalam teori konstruktivisme bahwa dalam proses pembelajaran, si pembelajarlah yang harus mendapatkan penekanan. Merekalah yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka dan mereka harus bertanggungjawab terhadap hasil belajarnya. Untuk itulah proses pembelajaran harus lebih diarahkan pada experimental learning yang merupakan adaptasi kemanusiaan berdasarkan pengalaman konkrit yang kemudian diimplementasikan dan dijadikan ide untuk mengembangkan konsep baru. Maka eksistensi dalam mendidik tidak terfokus pada si pendidik melainkan pada pembelajar.
Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik, yaitu:
  1. mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam konteks yang relevan,
  2. mengutamakan proses
  3. menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman sosial,
  4. pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman
Keunggulan penggunaan konstruktivistik dalam pembelajaran
Berikut ini diberikan 6 keunggulan penggunaan konstruktivistik dalam pembelajaran,yaitu:
a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya,serta mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
b. Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan siswa yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka dan memiliki kesempatan untuk merangkai pengetahuannya
c. Memberi kesempatan siswa untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa-siswa berpikir kreatif dan imajinatif
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar
e. Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka
f. Memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan dan saling menyimak
Strategi Pengajaran dengan Konstruktivistik
Dalam menciptakan pembelajaran secara konstruktivistik strategi pengajaran guru sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran konstruktivistik:
a. Menghormati ide dan kebebasan berpikir murid dan menghargai otonomi serta inisiatif murid
b. Menggunakan terminologi kognitif seperti klasifikasi, analisis, meramal, dan mencipta dengan leluasa
c. Mendorong murid terlibat dalam dialog dengan guru dan sesama rekan serta membina pengetahuan personal mealui diskusi kelompok
d. Memberikan soal-soal yang penuh dengan proses berpikir dan pertanyaan yang memerlukan jawaban banyak (open ended)
e. Memberi peluang kepada murid berpikir untuk membina hubungan-hubungan antara pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah tersedia
f. Menekankan pembelajaran yang berpusatkan pada siswa (student centered) melalui konsep-konsep pembedahan, penyelidikan serta ramalan dalam bentuk kooperatif learning
g. Pengajaran guru harus dipertimbangkan dengan pengetahuan yang telah tersedia dalam diri anak
Read More >>

Jumat, 11 Februari 2011

MANUSIA MAHLUK JENIUS

Manusia dikaruniai 250 milyar sel otak, manusia terlahir jenius, manusia mampu belajar dari tidak tau menjadi tau, dari tidak bisa menjadi bisa. Manusia memiliki rasio, emosi dan spiritual.
Jika hari ini kita biasa-biasa saja, bukan berarti kita tidak bisa melakukan lompatan. Perubahan itu bisa-bisa saja terjadi....
kita hanya memerlukan niat, usaha dan KEPERCAYAAN DIRI, dan nyatakan pada pikiran kita bahwa KITA BISA !!!
Sebab kita adalah seperti apa yang kita pikirkan, niatkan, lakukan dan biasakan.
Hadirkan HATI dan PIKIRAN pada semua yang kita hadapi, pada semua yang kita jalani..
Hati ibarat pelukis yang mewarnai pikiran-pikiran kita, berbahagialah hati yang tak pernah tidur, yang selalu bergelora dengan CINTA, yang selalu bernyanyi dengan senandung RINDU..
Cinta dan Rindu pada sang Pelukis Alam semesta.


Indahkanlah Hatimu..!!!
Indahnya hati memancarkan indahnya kehidupan.
Read More >>